Menteri Pariwisata Arief Yahya Melalui MDP Menjadi Model Dunia

Advertisement

Menteri Pariwisata Arief Yahya Melalui MDP Menjadi Model Dunia

Sabtu, 26 Januari 2019
Ilustrasi Menteri Pariwisata Arief Yahya jadi model dunia via brightdidi com

KabarUang.com, Madrid - Mobile Positioning Data (MDP) Menteri Pariwisata Arief disetujui dan menjadi raw model Badan PBB yang menangani pariwisata, United Nation World Tourism Organization (UNWTO).

Mobile Positioning Data dirancang dan telah diimplementasikan oleh Menpar Arief Yahya sejak Desember 2016 lalu. MDP sendiri merupakan teknologi digital machine-to-machine yang dirancang untuk menghitung wisatawan mancanegara di area border. Sistem ini terus bekerja 24 jam sehari.

Saat pagelaran ASEAN Tourism Forum (ATF) di Ha Long bay, Vietnam, 16 - 18 Januari 2019, konsep ini juga diperkenalkan oleh kementerian pariwisata. Beberapa negara telah tertarik untuk mempelajari metode ini dari Indonesia.

“Kami setuju penggunaan teknologi digital untuk penghitungan wisatawan, seperti yang disampaikan Pak Menteri Arief Yahya. Kami harap jangan hanya diterapkan di ASEAN saja, tetapi juga di banyak Negara lain di dunia. Saya harap bisa juga segera diimplementasikan di semua Negara Afrika. Dan sekaligus mempromosikan Indonesia melalui produk MPD ini,” ungkap, Zurab Pololikashvili, Sekjen UNWTO, seperti dikutip dari instagram Kemenpar, Sabtu (26/1).

Mr Zurab sendiri didampingi oleh Mr. Zhu Shanzhong, Executive Director at the World Tourism Organization (UNWTO), Regional Director for Asia and the Pacific (UNWTO), Beka Jakeli, Senior Officer of the Regional Programme for Europe, United Nations World Tourism Organization (UNWTO) dan beberapa staf UNWTO lainnya, melakukan pertemuan dengan kementerian pariwisata di arena FITUR, Madrid, Spanyol, 24 Januari 2019.

Konsep Mobile Positioning Data (MPD), Sustainable Tourism Development, dan homestay desa wisata diterima 100 persen oleh UNWTO. Data sangat penting, dari data yang ada dapat ditentukan rencana serta strategi yang dibutuhkan. “Saya sering mengatakan, if you can not measure, you can not manage! Data digital tidak akan menyesatkan,” ungkap Arief Yahya.