Kunjungan Turis Mengalami Pertumbuhan Sepanjang 2018

Advertisement

Kunjungan Turis Mengalami Pertumbuhan Sepanjang 2018

Nurlaila Fitriani
Kamis, 24 Januari 2019
Ilustrasi via Mata Indonesia

KabarUang.com, Madrid – Berdasarkan Barometer Pariwisata Dunia UNWTO bahwa kunjungan turis Internasional mengalami pertumbuhan sebanyak 6 % atau total 1,4 miliar pada tahun 2018.  Laporan ini diluar prediksi ekonomi global yang hanya memprediksikan angka pertumbuhan mencapai 3,7% pada 2018.

Badan Pariwisata Dunia itu mencatat pertumbuhan kunjungan turis Internasional ini banyak terjadi di Timur Tengah, yakni sebesar 10%, Afrika 7%, Asia dan Eropa 6%. Adapun kunjungan turis ke Benua Amerika maish berada di bawah rata-rata yakni hanya sekitar 3%.

“Pertumbuhan pariwisata merupakan salah satu sektor yang paling besar berkontribusi dalam pertumbuhan dan pengembangan ekonomi,”ujar Sekretaris Jenderal UNWTO Zurab Pololikashvili seperti dikutip dari sindonews.com.

Beliau juga mengatakan pihak UNWTO akan berfokus pada pengembangan potensi agar memberikan keuntungan bagi semuanya. 

“Pada tahun ini kami fokus pada program pendidikan, peningkatan kemampuan, dan penciptaan lapangan pekerjaan,”ujar Pololikashvili.

Menurut beliau beberapa faktor yang mendorong kunjungan turis meningkat pada tahun 2018 terdapat beberapa faktor diantaranya seperti ekonomi yang stabil, tiket murah, perubahan teknologi, model bisnis baru, dan bebas visa.

Lebih jelasnya UNWTO menyebutkan tingkat kunjungan ke Eropa mengalami pertumbuhan hingga 713 juta pada 2018, naik sekitar 6% bila dibandingkan dengan setahun sebelumnya. Pertumbuhan paling besar sebanyak 7 % terjadi di Eropa Mediterania dan Selatan. Sedangkan di Eropa Timur dan Tengah sekitar 6%. Untuk hasil di Eropa Utara masih sama jumlahnya akibat rendahnya kunjungan ke Inggris Raya.

Tak jauh seperti Eropa, kawasan Asia dan Pasifik juga hanya mengalami kenaikan kunjungan turis global sebanyak 6% atau 343 juta apabila dibandingkan dnegan tahun kemarin. Kunjungan ke Asia Timur naik 6%, Asia Tenggara naik 7%, Asia Selatan sebanyak 5%, sedangkan kunjungan ke Oseania mengalami pertumbuhan moderat, yakni 3%.

Namun, jumlah itu masih lebih tinggi dibandingkan dengan kawasan Amerika dengan 217 juta turis pada tahun 2018. Pertumbuhan di kawasan Amerika Utara terjadi sekitar 45% dan diikuti oleh Amerika Serikat sebesar 3%. Sedangkan Amerika Tengah dan Karibia mengalami penurunan sehingga jumlahnya hanya sebesar 2%.

Data dari Afrika menunjukkan kenaikan terjadi sekitar 7% atau 67 juta kunjungan yang dipimpin Afrika Utara dan Sub-Sahara. Sedangkan KAWASAN Timur Tengah mengalami kenaikan setelah bencana yang dialami yakni sebessar 10% atau 64 juta.

Tahun awal 2019 ini UNWTO mencatat kunjungan turis Internasional akan kembali tumbuh 3-4%. Hal ini akan terjadi apabila harga bahan bakar stabil agar harga tiket tetap terjangkau dan bisa memicu pertumbuhan wisatawan turis asing semakin banyak lagi.