Ini Kata Sri Mulyani Soal Usul Kemendikbud Gaji Guru Honorer Minimal UMR

0
Ilustrasi via Wowkeren com

KabarUang.com, Jakarta – Muhadjir Effendy selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) megusulkan agar guru honorer mendapatan gaji minimal setara dengan UMR. Mengetahui hal itu, Sri Mulyani Indrawati selaku Menteri Keuangan menanggapi akan terus mengakaji soal gaji honorer.

 Sri Mulyani yang menanggapi hal itu mengatakan bahwa pemerinta akan terus mendiskusikan soal kenaikan gaji guru honorer. Pasalnya beliau mengatakan hal itu harus dilihat dari berbagai aspek.

“Kita terus mendiskusikan, bahasnya untuk melihat semua aspek. Jadi kita akan mencoba untuk terus bersama-sama dengan menteri terkait mengatasi persoalan honorer ini dan seklaigus memecahkan masalah kualitas,”ujar Mneteri Keuangan itu usai acara Rakernas Kementrian Agama Tahun 2019 dengan tema “Akselerasi Manajemen Keuangan Kementrian Agama di Hotel Shangri-La, Jakarya, pada Rabu (23/1/2019) seperti dilansir dari detikfinance.com.

Baca Juga  Traveloka Gelontorkan Rp 968 Milliar Akuisisi PegiPegi dan 2 Travel Agencies

Beliau juga mengatakan bahwa yang dibahas bukan hanya soal gaji saja, tetapi juga terkait masalah peningkatan tenaga didik sebagai sumber daya yang harus berkualitas.

“Ini kan bukan masalah digaji atau tidak, tapi persoalan apakah mereka bisa terus menjadi alat atau sumber daya yang bisa mendidik anak-anak didik kita, kan mereka profesinya guru jadi itu harus terus ditingkatkan, kita membahas cukup banyak aspeknya,”tambahnya.

Sebelumnya Muhadjir Effendy mengatakan pemerinah akan membuka seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pada pekan pertama Februari 2018. Itu dibuka untuk guru honorer. Namun, tidak semua guru honorer bisa mengikuti skema PPPK ini. mengetahui hal ini Menteri Pendidikan segera melapor kepada Sri Mulyani terakit gaji guru honorer.

Baca Juga  Presiden Jokowi Perintahkan Rumah Warga di Sentani Segera Direlokasi

“Kemudian kan nanti masih ada tersisa guru honorer. Itu yang kita usulkan kepada bu menteri keuangan agar nanti mereka bisa dipastikan mendapatkan minimum upah minimum regional /UMR di masing-maisng daerah,”ujarnya saat ditemui di Kantor Keuangan, Jakarta.

Effendy mengatakan bahwa anggaran gaji ini akan masuk kedalam dana alokasi umum (DSU) bukan ke dalam anggaran daerah.

“Saya sebagai menteri pendidikan meminta supaya itu masuk di dalam anggaran APBN kita tidak bisa memaksa daerah untuk mengalokasikan itu,”tambahnya.

Baca Juga  Ekspor Sawit Indonesia ke Filipina Relatif Kecil, Indef Sarankan Pemerintah Sikapi Gelombang Proteksionisme

Menurutnya jika nanti anggaran itu masuk kedalam DAU untuk gaji guru, keuangan maish bisa terkontrol dengan baik.

“Tadi bu menteri juga sepakat akan ditindaklanjuti untuk dipertakan lebih rinci dupaya anti dipastikan bahwa ada ketersediaan dana dan orangnya,”jelasnya.

Namun, anggarannya gaji itu sendiri belum bisa dipastikan seberapa besar untuk meningkatkan gaji guru honorer minimal UMR. Jumlah guru yang akan menerima gaju UMR akan dilakukan secara bertahap.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here