Fintech Dilaporkan OJK Karena Sering Sebar Data Nasabah

Advertisement

Fintech Dilaporkan OJK Karena Sering Sebar Data Nasabah

Sabtu, 26 Januari 2019
Ilustrasi Fintech via forbes com
KabarUang.com, Jakarta - Wimboh Santoso selaku Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan meminta agar industri penyedia jasa teknologi pinjaman secara online atau yang kerap dikenal sebagai fintech peer to peer landing untuk tidak berlaku sewenang-wenang kepada nasabahnya dan menyebarkan data yang bersifat pribadi.
 
Menurut pendapatnya, perlakuan yang sewenang-wenang itu, khususnya yang terjadi dalam melakukan penagihan pinjaman mereka. contohnya, seperti tindakan yang ramai diperbincangkan saat ini, yaitu dengan mengirimkan pesan singkat terkait utang pinjaman nasabahnya melalui aplikasi WhatsApp, hal itu sungguh keterlaluan.

"Nah, ini enggak boleh abuse customer. Kadang-kadang, penagihannya abuse betul pakai WA di edarkan," katanya dalam sebuah acara di Hotel JW Marriot, Jakarta, Rabu 23 Januari 2019 seperti dikutip dari viva co id

Wimboh juga turut menyampaikan permohonannya kepada perusahan fintech, untuk saat ini jangan hanya memikirkan keuntungan maksimal dari bisnis pinjam meminjamnya saja, melainkan juga harus memikirkan kedepannya agar keberlanjutan dan bisa maju industri fintech itu agar bisa berlanjut hingga jangka menengah panjang, yang berarti harus difikirkan adalah memperbaiki pelayanan yang sebaik mungkin.
 
Fintech sudah saatnya kali ini harus melakukan sebuah identifikasi secara cermat dan menyeluruh terhadap calon nasabahnya sebelum memberikan pinjaman. Agar tindakan kesewenang-wenangan dalam penagihan tidak lagi terjadi terus menerus dan memakan korban yang banyak dan juga merugikan kedua pihak.

"Tapikan dia enggak ada verifikasi dan due diligence (uji tuntas). Jadi, risikonya gede. Risiko-risiko itu ada, dan besar, asal dia paham dan tahu risiko enggak masalah. Tetapi, begitu dapat (nasabah susah ditagih) baru, ribut ke OJK dan ini kasusnya banyak. Yang kita kejar fintech provider-nya paling-paling," ungkap Wimboh seperti dikutip dari viva co id

"Ini bukan hanya masalah di Indonesia, juga risiko-risiko mengenai abusing information yang tidak benar. Sehingga, kita harap industri fintech bisa identifikasi customer fintech-nya," tambahnya seperti dikutip dari viva co id
 
Tidak hanya itu saja tambahnya, untuk menyelasaikan persoalan fintech itu sendiri, OJK tidak bisa sendiri. Itu sebebanya OJK melapor kepada Asosiasi sebab peran asosiasi fintech akan betul-betul di manfaatkan OJK, terutama sebagai self regulating organization sebagai menjaga keberlangsungan iklim usaha mereka itu sendiri.

"Kita kerja sama dengan asosiasi fintech. Kalau ada apa-apa, dia yang urus. Itu kita harap, kalau ada masalah selain ke OJK, lapor juga ke asosiasi. Kita minta masyarakat pilih yang teregistrasi di OJK dan BI. Kalau ternayata ilegal, akan kita tutup langsung. Kalau fintech cara matiinnya, dimatikan internetnya. Tapi jadinya aduh capek tutup, mereka buka lagi buka lagi," ungkap dia seperti dikutip dari viva co id