Danareksa Melakukan Persiapan Untuk Pimpin Holding BUMN Jasa Keuangan

Advertisement

Danareksa Melakukan Persiapan Untuk Pimpin Holding BUMN Jasa Keuangan

Senin, 21 Januari 2019
Ilustrasi Rini Soemarno via starberita.com
KabarUang.com, Jakarta - Rini Soemarno selaku Menteri Badan Usaha Milik Negara menargetkan holding BUMN Jasa Keuangan rampung pada kuartal I-2019. Kemudian PT Danareksa digadang-gadang akan menjadi induk usaha perusahaan pelat merah itu. 
Arief Budiman selaku Direktur Utama Danareksa, menjelaskan bahwa pihaknya masih menunggu keputusan resmi dari pemegang saham, yaitu Kementerian BUMN. lalu dipertanyakan oleh berbagai pihak terkait apa saja persiapan yang dilakukan, Arief mengatakan masih belum bisa membeberkan secara detail dan merinci, akan tetapi kurang lebih masih sama seperti pembentukan holding BUMN Pertambangan yang dipimpin oleh Inalum.

"(Persiapan) Sama kayak waktu holding pertambangan Inalum, sama aja. Kan aksinya dari pemegang saham," kata Arief di sela acara Young Leader Indonesia (YLI) di Gandaria, Jakarta Selatan, Sabtu 19 Januari 2019 seperti dikutip dari viva.co.id

Pihak Kementerian BUMN sendiri pada saat ini masih sibuk mengurus pembentukan holding BUMN Perumahan dan holding BUMN Infrastruktur. Namun tak perlu khawatir, setelah itu selesai baru akan melanjutkan untuk fokus pada pembentukan holding BUMN Jasa Keuangan. 

"Jadi itu dulu. Kan enggak mungkin kalau semuanya bareng," katanya seperti dikutip dari viva.co.id

Dalam kajian holding BUMN Jasa Keuangan ini tentu masih harus dipikirkan secara matang-matang. Kajian ini menurutnya sudah ada bahkan dalam hal sinerginya sudah berjalan cukup lumayan. Akan tetapi sinergi di antara Himbara atau Himpunan Bank Milik Negara dan juga penggunaan sistem Informasi Teknologi hingga sinergi sistem pembayaran melalui Electronic Data Capture atau EDC. 

"Tapi kebutuham holding banyak kajiannya lagi yang dibutuhkan kan. Ini dari sisi institusi keuangan sangat banyak, ada DPK (Dana Pihak Ketiga) lalu ada risiko apakah nantinya terkonsentrasi apa tidak. Kajiannya masih disempurnakan," kata dia sepeti dikutip dari viva.co.id

"Sekarang fokusnya holding yang ada sekarang dulu, holding infrastruktur dan perumahan," ujarnya sepeti dikutip dari viva.co.id