ASEAN Siap Beli Beras Bulog yang akan di Ekspor

Advertisement

ASEAN Siap Beli Beras Bulog yang akan di Ekspor

Nurlaila Fitriani
Senin, 21 Januari 2019
Ilustrasi via Twitter

KabarUang.com, Jakarta – Meski belum jelas berapa banyak beras yang akan di ekspor, namun Perum Bulog sudah meyakinkan beberapa negara tetangga sudah siap membeli beras yang akan di ekspor pada tahun ini.

Budi Waseso selaku Direktur Utama Perum Bulog mengatakan bahwa dirinya sudah berkomunikasi dengan tiga negara yang menjadi tujuan utama dalam rangka ekspor beras Bulog. Beliau mengkorfirmasi bahwa ketiga negara tersebut siap membeli pasokan beras yang akan di ekspor. Namun, dirinya belum bisa memastikan berapa jumlah total beras yang akan di ekspor.

“Ada beberapa negara yang kita hubungi dan siap untuk membeli karena mereka butuh. Yang jelas ASEAN sudah siap,”ujar pria yang akrab dipanggil Buwas tersebut pada acara rapat kerja sama Komisi IV DPR RI dan Kementrian Pertanian di Kompleks MPR/DPR pada Senin (21/1/2019) di Jakarta, dilansir dari antaranews.com.

Buwas mengatakan ekspor beras yang dilakukan ini guna memaksimalkan penyerapan beras yang akan dipanen pada bulan April hingga Mei mendatang. Beliau mengatakan bahwa produksi beras yang besar-besaran itu harus diserap secara besar-besaran pula.

“Manakala nanti panen raya jumlahnya besar, dan kita harus menyerap beras sebesar-besarnya untuk kepentingan petani, kita akan melakukan upaya ekspor,”ujar Buwas dilansir dari antaranews.com.
Ketersediaan beras Bulog itu sendiri saat ini mencapai 2,1 juta ton. Sementara itu, Buwas targetkan penyerapan beras dalam negeri tahun ini sebanyak 1,8 juta ton hingga April 2019.

“Untuk 2019, target sebanyak 1,8 juta ton, tapi kalau memang banyak pengeluarannya, Bulog akan serap kembali untuk menutup pengeluaran beras tadi,”ujar Kepala Divisi Pengadaan Perum Bulog Taufan Akib pada bincang-bincang di Kantor Pusat Kementrian Pertanian Jakarta pada saat itu.

Target penyerapan ini memang lebih rendah jika dibandingkan tahun kemarin yang mencapai 2,7 ton. Hal ini dikarenakan stok awal 2019 yang berasal dari gudang Bulog saat ini snagat aman jumlahnya sekitar 2,2 juta ton, sedangkan pada tahun lalu 2018 stok Bulog hanya berkisar 170 ribu ton.

Untuk kapasitas Bulog sendiri hanya mencapai 3,6 juta ton beras. Oleh karena itu, ada kemungkinan kelebihan stok sebanyak 300 ribu ton pada saat panen tiba. Seperti yang dilansir dari antaranews.com untuk distribusi di hilir, Buwas mengatakan tahun ini hanya mengalokasikan Bantuan Pangan Nontunai (BNPT) atau sebelumnya disebut dengan Beras Sejahtera yang biasa disingkat Rastra dengan jumlah 300 ribu ton. Berbeda dengan sebelumnya, alokasi beras untuk bantuan bisa mencapai 1,6-1,7 juta ton beras.

Untuk itu, Bulog melakukan koordinasi dengan Kementrian Pertanian, Kementrian Perindustrian, dan Kementrian Perdagangan untuk merealisasikan ekspor beras itu ke sejumlah negara tetangga yang siap membeli.

“Masyarakat tidak usah takut bahwa gudang Bulog penuh dan tidak bisa serap. Kita tetap serap nanti akan kita kelola dengan ekspor,”tegas Dirut Perum Bulog itu.