ARTA Rencanakan Gelar Right Issue Untuk Tambah Modal 80 Miliar

0
Ilustrasi rencana right issue ARTA

KabarUang.com, Jakarta – Emiten PT Arthavest Tbk (ARTA) memerlukan penambahan modal usaha sekitar 80 Miliar untuk mendanai ekspansi bisnisnya.

Dana tersebut akan dialokasikan untuk memperoleh izin switching atau penyedia jalur komunikasi digital keuangan serta izin digital signature (penyedia jasa tanda tangan digital).

Yeremy Vincentius, Presiden Direktur ARTA, mengatakan bahwa saat ini PT Sentral Pembayaran Indonesia yang merupakan anak usaha dari PT Arthavest Tbk, sedang dalam proses pengajuan izin penyedia jalur komunikasi digital keuangan ke Bank Indonesia.

Baca Juga  Alasan Mengapa RI Kuat dari Hantaman Krisis Ekonomi Global

“Untuk mengantongi izin itu, perusahaan pengaju harus memiliki minimal modal disetor Rp 50 Miliar,” kata Vincentius seperti di kutip Okezone, Jakarta, Kamis (10/01/19).

Anak usaha ARTA lainnya, PT Solusi Net Internusa juga tengah mengembangkan lini usaha penyedia jasa digital signature. Dan untuk memperoleh izin tersebut, regulator mewajibkan perusahaan memiliki modal minimal Rp 30 Miliar.

Rencana penyuntikan modal perusahaan diantaranya melalui laba ditahan anak usaha ARTA yakni Redtop (perhotelan) yang menyumbang rata-rata Rp 20 Miliar per tahun.

Baca Juga  Pangeran Charles Beri Saran Mode Untuk Meghan Markle

Selain itu, untuk memenuhi kebutuhan modal tersebut, ARTA berencana akan melakukan right issue. Diharapkan dalam tiga sampai empat tahun kedepan, kedua anak usaha tersebut akan menyumbang hingga 50% dari total pendapatan.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here