Apa Maksud Dari Pernyataan HAM Bikin Untung Sektor Perusahaan?

0
Ilustrasi Pernyataan Marzuki Darusman
KabarUang.com, Jakarta – Rancangan penerapan Hak Asasi Manusia pada perusahaan-perusahaan di Indonesia, kini menjadi sorotan saat ini di Indonesia, apalagi dinegara kita masih belum ada studi yang mendalami terkait hal tersebut.
Dengan adanya indikasi atau bukti tentang rendahnya ketaatan perusahaan terhadap kewajiban penghormatan HAM. Dapat dilihat dari masih terbatasnya perusahaan-perusahaan di Indonesia yang memiliki kebijakan HAM dan juga melaporkan pelaksanaan komitmen atas HAM pada laporan keberlanjutan atau website Perusahaan masih sangat kecil. 
Tidak hanya itu perusahaan juga selalu menempati posisi kedua sebagai institusi yang paling banyak diadukan kepada Komnas HAM sebagai pelaku pelanggaran HAM, karena peraturan yang menyeleneh didalam perusahaan atau bahkan ada perusahaan yang tidak memandang bahwa terdapat peraturan HAM.
The Foundation for International Human Rights Reporting Standards atau FIHRRST yang mendorong perusahaan-perusahaan di Indonesia, untuk memenuhi tanggung jawab dalam penghormatan HAM. Sosialisasi pun dilaksanakan pada 100 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia atau disingkat dengan BEI yang termasuk dalam indeks Kompas 100 untuk periode bulan Februari-Juli tahun 2018 lalu.

Baca Juga  Jim Yong Kim Mengundurkan Diri, Ivanka Trump Jadi Kandidat Penggantinya

Marzuki Darusman selaku Ketua FIHRRST  memaparkan bahwa dalam sosialisasi ini menampilkan sebuah fenomena bahwa sudah sejauh mana perusahaan-perusahaan beroperasi di Indonesia, yang mampu melakukan penegakan hak asasi manusia di dalam kegiatan bisnis mereka dan mampu menjaga serta menghormatinya. 

“Melakukan penghormatan HAM akan menjadi sebuah keuntungan bagi perusahaan, karena akan meningkatkan daya kompetisi bagi perusahaan-perusahaan Indonesia, baik dalam pasar nasional maupun internasional,” ungkap Marzuki dikutip dari keterangan resminya, Senin 21 Januari 2019 seperti dikutip dari viva.co.id
FIHRRST  telah mengadakan sebuah acara seminar sosialisasi studi kepada 100 perusahaan publik tersebut pada pekan lalu. Dan selain itu, sosialisasi akan studi ini pun dilakukan kepada institusi pemerintah, asosiasi bisnis dan pihak terkait lainnya yang berperan penting dalam penegakan HAM di Indonesia.
“Seminar ini juga memberikan kesempatan pada semua pihak untuk mendiskusikan perkembangan bisnis dan HAM di Indonesia, serta perkembangan praktik penghormatan HAM di perusahaan publik di Indonesia. Dalam studi ini, FIHRRST juga bersinergi dengan Otoritas Jasa Keuangan,” ungkapnya seperti dikuti dari viva.co.id
Ia juga menegaskan bahwa untuk sebuah komitmen negara dalam hal yang memajukan kegiatan-kegiatan bisnis dan HAM juga sangat dibutuhkan.  Akan Tetapi dia mengaku hal tersebut sudah mulai terlihat belakangan  ini.
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here