Alasan Mengapa Selebgram dan Youtuber Harus Kena Pajak, Karena Punya Penghasilan Fantastis

Advertisement

Alasan Mengapa Selebgram dan Youtuber Harus Kena Pajak, Karena Punya Penghasilan Fantastis

Selasa, 22 Januari 2019
Ilustrasi Selebgram dan Youtuber Kena Pajak via nalar id
KabarUang.com, Jakarta - Pengaturan pajak bagi pelaku usaha di Instagram dan Youtube saat ini, tengah menjadi sorotan pemerintah, setelah selang beberapa waktu, pengaturan pajak bagi pelaku usaha perdagangan elektronik atau e-Commerce yang diluncurkan dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 210/PMK.010/2018.

Sri Mulyani Indrawati selaku Menteri Keuangan,  menekankan bahwa bagi mereka yang memiliki pendapatan di bawah ketentuan Pendapatan Tidak Kena Pajak atau PTKP sebesar Rp45 juta per bulannya atau Rp54 juta per tahun tidak akan dikenakan. Lalu bagaimana dengan nasib para selebritis Instagram atau selebgram dan juga Youtuber yang memiliki pendapatan di atas itu.

Yustinus Prastowo selaku Direktur Eksekutif Center For Indonesia Taxation Analysis (CITA),  menilai bahwa dalam pengawasan ketat terhadap sosial media influencer tersebut, memang sangat perlu dilakukan oleh pemerintah. Mengapa? Karena Instagram dan Youtube bagi para selebritas tersebut mampu membantu dan mendongkrak penghasilan mereka secara fantastis dalam waktu yang cukup singkat.
 
Ia juga menelaah dan memberi contoh, seperti halnya Dewi Sanca yang memiliki akun Youtube bernama Dewi Sanca, dan sekarang ia malah ingin fokus menjadi Youtuber dan influencer terkenal dengan jumlah subscriber yang sudah ia  miliki sudah mencapai lima juta pengikut, dengan adanya banyak pengikut, pundi-pundi rupiah pun terus tergelontorkan dengan cepat dan dalam jumlah yang banyak. Rincian penghasilan Dewi Sanca pada tahun 2018, telah mencapai Rp700 juta per bulannya. Sedangkan untuk penghasilan selama setahun, Dewi Sanca bisa mendapatkan jumlah total sampai sebesar Rp8,4 miliar.

Yustinus juga menegaskan, mereka sangat patut dikenakan pajak, perhitungan pajak untuk mereka bisa berpatok ke dalam Norma Penghitungan Penghasilan Neto sebagaimana diatur dalam Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-17/PJ/2015.

"Sehingga, seorang Youtuber dalam perlakuan perpajakannya dapat diklasifikasikan sebagai pekerja seni. Jadi, total pajak terurang dari penghasilan yang diperoleh Dewi Sanca di tahun 2018 adalah Rp1.205.000.000," katanya kepada VIVA, Senin 21 Januari 2019 seperti dikutip dari viva.co.id

Ia juga mengatakan, bahwa secara umum penghitungan pajak berdasarkan norma itu lebih disarankan berdasarkan operasional bisnis yang tidak begitu kompleks dari youtuber, misalnya perhitungan biaya, beban, dan sebagainya, sehingga Youtuber tidak perlu melakukan pembukuan yang teramat rumit atas semua transaksi bisnisnya.

"Kemungkinan, besaran utang pajak juga dimungkinkan lebih kecil dengan perhitungan norma tersebut. Penghitungan pajak secara normal berdasarkan UU PPh juga dapat dilakukan oleh Youtuber, yakni dengan melakukan pembukuan akuntansi atas setiap transaksi bisnisnya dan dilakukan rekonsiliasi fiskal untuk mendapatkan besaran penghasilan kena pajak," ungkap dia seperti dikutip dari viva.co.id

"Perhitungan ini lebih cocok digunakan bagi entitas bisnis yang kompleks dan youtuber yang memiliki banyak pembiayaan dalam proses bisnisnya," tambahnya, seperti dikutip dari viva.co.id