Minum Kopi Jadi Tren Bagi Warga Lampung

Advertisement

Minum Kopi Jadi Tren Bagi Warga Lampung

Nurlaila Fitriani
Sabtu, 26 Januari 2019
Ilustrasi via Insta Stalker com

KabarUang.com, Jakarta – Sebagai kota penghasil Robusta terbesar di Indonesia, minum kopi  menjadi tren bagi warga Lampung, khususnya anak muda. Terlebih maraknya warung kopi atau kafe yang ada dengan banyaknya sajian kopi membuat para warga Lampung gemar minum kopi.

Keadaan ini membuat instansi pemerintah maupun pemerintah swasta untuk mendorong produksi kopi Lampung. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan produksi kopi, mengangkat nama kopi Lampung, sekaligus mensejahterakan petani setempat.

Banyaknya kafe yang ada di Lampung menunjukkan bahwa kopi asli Lampung bisa diterima oleh berbagai kelangan, termasuk anak muda Lampung. Kopi Lampung bukan hanya bisa dinikmati di kafe saja, tetapi di kedai kopi modern pun sudah tersedia berbagai jenis kopi Lampung dengan aroma yang khas.

Salah satu kafe yang digemari oleh anak muda Lampung yakni Hardi’s Coffee. Lokasi kafe ini berada di persimpangan Jalan Jenderal Ahmad Yani dan Jalan Jenderal Suprapto Tanjung Karang Pusat.

Kafe ini mengusung konsep kayu serta kaca sebagai arsitektur bangunan modern. Inilah yang membuat para anak muda betah berlama-lama ngopi di Hardi’s Coffee. Rafli selaku pramusaji di Kafe itu mengatakan interior kafe yang memadupadankan aspek kayu, kaca, serta sisa bangunan rumah lama yang unik menjadikan hal itu sebagai daya tarik pengunjung.

Pengunjung bukan hanya bisa menikmati berbagai sajian kopi, tetapi juga terdapat makanan olahan nasi dan mie serta camilan yang biasa dinikmati baersama kopi. Harga kopinya pun sangatlah terjangkau.

Lisa salah satu pengunjung Kafe ini mengatakan harga kopi yang dijual dibandrol mulai dari Rp 18.000 hingga Rp 20.000 per gelas. Selain itu harga cemilan dan makanan lainnya pun sangat terjangkau.

Rata-rata kopi yang disajikan adalah kopi Robusta khas Lampung, hal ini dikarenakan Lampung adalah penghasil kopi Robustas terbesar di Indonesia dengan produksi 10.000 ton per tahun.

Bahan yang digunakan untuk membuat kopi itu sendiri ialah kopi alsi Lampung dan sedikit gula aren sebagai salah satu campurannya agar kopi lebih nikmat. Seperti yang dikatakan Rafli, “Untuk bahan kami menggunakan kopi asli Lampung supaya pembeli juga makin mengenal kopi khas daerahnya sendiri, kopi lebih ‘creamy’ dan ‘soft’ ketika diminum karena sekarang yang jadi tren itu kopi susu gula aren, selain kopi Doppio dan Ekspresso yang biasa digemari,”ujar Rafli seperti dikutip dari antaranews.com.