Masyarakat Keluhkan Harga Tiket Pesawat yang Mahal

Advertisement

Masyarakat Keluhkan Harga Tiket Pesawat yang Mahal

Nurlaila Fitriani
Minggu, 27 Januari 2019
Ilustrasi via Twitter com

KabarUang.com, Jakarta – Jalur transportasi udara yang dipilih karena kecepatannya dalam berkendara kini dikeluhkan oleh masyarakat. Pasalnya harga tiket yang dibandrol terlalu mahal. Hal ini membuat masyarakat enggan untuk bepergian lewat jalur udara.

Pada Sabtu (27/1/2019) Martin Lurel Siahaan selaku ketua Umum DPP Barisan Rakyat Satu Juni (Barak 106) mengharapkan adanya peninjauan kembali terkait harga tiket pesawat yang mahal. Hal ini dilakukan agar tidak memberatkan masnyarakat.

“Kenaikan harga penerbangan dari beberapa maskapai ini harus segera ditinjau ulang. Pemberlakuan tarif transporasi udara seharusnya tidak hanya dilihat dari sudut pandang industri atau keuntungan, melainkan juga dari aspek lainnya,”ujar Laurel di Jakarta seperti yang dilansir dari antaranews.com.

Setelah seluruh maskapai nasional tergabung dalam Indonesia National Air Carrier Association (INACA), harga tiket pesawat tidak beranjak normal. Namun, INACA pada Jumat 11 Januari 2019, INACA sepakat menurunkan tarif penerbanang pada beberapa rute. Diantaranya ialah : penerbangan Jakarta – Denpasar, Jakarta – Jogja, JAKARTA – Surabaya, Bandung – Denpasar akan diturunkan dan dilanjutkan dengan rute penerbangan domestik.

Namun, faktanya harga tiket masih belum turun. Hal ini seperti yang beliau katakan, “Nyatanya dalam beberapa waktu terakhir ini, tarif penerbangan beberapa maskapai naik bahkan hingga dua kali lipat dari harga sebelumnya. Akibatnya, pembangunan infrastruktur udara yang dilakukan pemerintah menjadi sia-sia karena hanya dapat digunakan oleh rakyat yang mampu membeli tiket saja,”ujarnya.

Dari pihak industri sendiri, harga tiket tidak bisa turun, dikarenakan alasan komersial. Untuk itu, beliau mengharapkan bahwa ada skema pemberian subsidi bagi warga kurang mampu. Hal ini bertujuan agar warga kurang mampu juga bisa menikmati maskapai penerbangan.

“Salah satunya dengan memberikan subsidi tiket bagi rakyat yang berasal dari keluarga kurang mampu,”ujarnya.

Ini merupakan sebuh solusi yang beliau berikan. Alasannya agar transportasi udara tidka hanya dirasakan oleh masyarakat kelas atas saja, namun masyarakat kelas menengah dan kelas bawah juga bisa merasakan nikmatnya transportasi udara. Dengan ini, transportasi udara bisa dimanfaatkan oleh seluruh rakyat Indonesia.

“Sangat disayangkan jika masyarakat menengah ke bawah hanya bisa melihat pesawat dari luar pagar bandara, padahal pembangunan bandar udara dilakukan untuk dapat diakses oleh setiap orang,”tutupnya.