Jelang Perayaan Imlek, Pedagang Babi Untung Rp 15 Juta Per Hari

Advertisement

Jelang Perayaan Imlek, Pedagang Babi Untung Rp 15 Juta Per Hari

Nurlaila Fitriani
Selasa, 22 Januari 2019
Ilustrasi via Kumparan com

KabarUang.com, Jakarta – Perayaan Imlek yang diperingati pada tanggal 5 Februari mendatangkan keberuntungan pada pedagang yang menjual pernak-pernik, buah-buhan atau manisan yang biasa disajikan saat imlek. Bukan hanya pedagang itu saja, keberuntungan itu juga dirasakan oleh pedagang babi yang berasa di pasar Senen, Jakarta Pusat.

Kenaikan untung yang diraih pedagang babi ini dikarenakan sebagian warga China yang masih mengkonsumsi babi, mengharuskan momen perayaan imlek menyediakan hidangan daging babi dirumahnya. Hal ini dirasakan oleh salah satu pedagang babi yang bernama Alan yang merasakan keuntungan Rp 10 juta hingga Rp 15 juta per hari.

“Soalnya permintaan naik banget, banyak yang beli sampai 10 kilogram begitu. Kalau hari-hari biasa baru sekilo dua kilo itu juga jarang,”ujar Alan seperti yang dilansir dari suara.com pada Senin (22/1/2019).

Bahkan Alan mengatakan para pembeli itu bukan hanya mengincar daging babi saja, bahkan kaki hingga jeroan babi pun menjadi incaran.

“Kaki babi pun sekarang jadi incaran. Harganya Rp 50 ribu per kilogram,”tambahnya.

Hal ini juga yang membuat pendapatan pedagang daging babi di pasar Senen meningkat dibandingkan hari biasa yang hanya 30 kilogram hingga 40 kilogram.

“Menjelang hari raya seperti ini bisa sampai 80 sampai 90 kilogram daging babi dalam sehari. Belinya pada borongan soalnya kan, buat makan besar sama keluarga kan,”ujar Alan saat diwawancara.

Dia mengatakan dia tidak boleh kehabisan stok agar mendapatkan untung yang besar jelang hari raya Imlek.

“Biasanya disebut samcan, itu banyak juga yang nyari. Makannya kami disini tidak boleh kehabisan stok daging, nanti nggak untung lagi. Soalnya lagi laris banget ini,”ujarnya saat ditemui di Pasar Senen.

Selain Alan, pedagang daging babi wanita bernama Ismi juga mengatakan hal yang sama. Wanita pauh baya itu mengalami peningkatkan pendapatan menjelang Hari Raya Imlek sehingga dirinya mengaku bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari.

“Permintaan tinggi, harga juga aman kok, jadi lumayan lah ya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,”ujar Ismi dikutip dari suara.com.

Namun, bukan berarti ketika mereka mendapatkan keuntungan yang besar harga daging babi melonjak secara signifikan.

“Dimana harga daging babi berkisar Rp 70 ribu hingga Rp 75 ribu per kilogram. Kalau sudah siang harga kami turunkan jadi Rp 70 ribu lah. Buat ngasbisin stok,”ujar wanita paruh baya itu.