Rupiah berpeluang menguat? Ini kata Darmin

0
Ilustrasi via setkab.go.id

KabarUang.com, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, rupiah masih punya ruang untuk penguatan, masih bisa tembus ke arah Rp13.000an.
Menurutnya, salah satu kondisi eksternal yang berpengaruh pada penguatan rupiah adalah pertemuan antara Presiden AS Donal Trump dengan Presdien China Xi Jinping pada sela-sela pertemuan G20 di Argentina.
Darmin menilai, pertemuan tersebut berpontensi mengurangi tensi perang dagang serta memberikan alasan bagi penguatan rupiah, apabila tercipta kesepakatan yang saling menguntungkan.
“Kalau Trump ketemu Xi, tapi tidak ada kesepakatan untuk meredakan perang dagang, pasti ada tekanan lagi,” katanya pada Jumat(30/11/2018).
Faktor lain yang yang berpengaruh pada pergerakan mata uang rupiah adalah kemungkinan Bank Sentral AS (The Fed) tidak akan menyesuaikan suku bunga acuan pada Desember 2018. Dari situasi tersebut, Darmin memastikan penguatan rupiah yang disertai dengan masuknya arus modal merupakan momentum yang harus dipelihara.
Untuk itu, pemerintah masih terus melakukan pembenahan terhadap neraca transaksi berjalan sebagai upaya untuk menekan defisit dan memperkuat pondasi perekonomian.
“Kalau rupiah menguat, kemudian modal mulai masuk, atau lebih besar lagi masuknya, maka transaksi modal dan finansial bisa mengimbangi defisit transaksi berjalan” Kata Darmin.
Melihat kondisi tersebut, Darmin menyakini bahwa mata uang rupiah bisa makin terapresiasi dan bergerak mendekati nilai fundamental.
Sementara itu, Analis senior CSA Research Institute Reza Priyambada mengatakan bahwa laju mata uang rupiah mengalami kenaikan setelah merspon pergerakan dolar AS yang cenderung melandai di pasar global.
Menurutnya, adanya komentar The Fed terkait dengan arah suku bunga yang cenderung netral membuat pergerakan dolar AS tertahan sehingga memberikan kesempatan pada rupiah untuk melanjutkan penguatan.
Namun di sisi yang berbeda, imbas dari pernyataan Gubernur Bank Indonesia Perry Warijiyo yang mengatakan prospek ekonomi indonesia akan semakin membaik dengan pertumbuhan yang lebih tinggi dan stabilitas yang tetap terjaga ikut mendorong rupiah terapresiasi.
Untuk diketahui, nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank pada Jumat(30/11/2018) pagi di Jakarta bergerak menguat 16 poin ke posisi ke Rp14.345, dibandingkan sebelumnya yaitu Rp14.361 per dolar AS.
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Baca Juga  Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya Ditingkatkan Lagi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here