Semakin Tingginya Angka Kenaikan Transaksi Uang Elektronik Capai Angka Rp31 T

0
Ilustrasi via ekbis.sindonews.com
KabarUang.com, Jakarta – Bank Indonesia (BI) mencatat volume dan nilai transaksi uang elektronik sepanjang Januari-September 2018 meningkat empat kali lipat dibanding periode yang sama tahun lalu. 
Berdasarkan data Statistik Sistem Pembayaran BI, volume transaksi uang elektronik pada periode tersebut mencapai 1,99 miliar. Transaksi tersebut naik hampir 277 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebanyak 547 juta.
Nilai transaksinya bahkan naik lebih tinggi mencapai lebih dari empat kali lipat dari Rp7,5 triliun menjadi Rp31,6 triliun.
Sementara itu, jumlah uang elektronik yang beredar hingga September 2018 mencapai 142,47 juta, naik nyaris dua kali lipat dibanding periode yang sama tahun lalu sebanyak 71,78 juta.
Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Onny Widjanarko menjelaskan kenaikan transaksi uang elektronik didorong oleh transaksi pembayaran tol yang meningkat pesat setelah diwajibkannya seluruh pembayaran tol secara nontunai mulai Oktober 2017. 
Peningkatan transaksi, menurut Onny, juga didorong oleh transaksi uang elektronik pada sejumlah e-commerce yang makin meningkat. Selain itu, banyak pemain uang elektronik nonbank yang sudah banyak memfasilitasi transaksi parkir dan toko-toko kecil. 
“Tapi transaksi tol masih menjadi penunjang utama kenaikan uang elektronik,” jelas Onny pada hari Selasa (13/11).
Seperti diketahui, pemerintah mulai 31 Oktober 2017 lalu menerapkan kewajiban pembayaran nontunai untuk seluruh transaksi pembayaran tol. Ketentuan tersebut di atur dalam Peraturan Menteri PUPR Nomor 16 Tahun 2017. 
Setelah pemberlakuan elektronifikasi jalan tol, nantinya pemerintah akan mengimplementasikan sistem transaksi tol tanpa menghentikan kendaraan (multi lane free flow) pada Desember 2018.
Deputi Gubernur Bank Indonesia Sugeng juga mengatakan, kenaikan transaksi uang elektronik tersebut akan berlanjut ke depannya terutama digunakan di beberapa ruas tol, untuk bantuan sosial serta untuk bantuan pangan non tunai. Ke naikan transaksi uang elektronik juga diperkirakan berasal dari ecommerce.
“Meskipun nominal uangnya belum begitu besar, tetapi pertumbuhannya tinggi,” ujar Sugeng seusai sosialisasi gerakan non tunai (GNNT), Kampanye Gerbang Pembayaran Nasional (GPN), serta Edukasi Ciri-Ciri Keaslian Rupiah (CIKUR) di Sorong, Papua Barat.
Sugeng melanjutkan, BI menyambut baik inisiatif Kantor Perwakilan BI Provinsi Papua Barat untuk mengadakan sosialisasi transaksi non tunai. Apalagi jika dilihat dari kondisi Papua Barat yang masih rendah dalam hal penetrasi transaksi non tunai.
Selain itu, kata Sugeng, di wilayah itu juga masih kurang pemahaman masyarakat terkait Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT). Menurut Sugeng, pemahaman yang cukup mengenai GNNT adalah hal yang sangat penting untuk mendukung terwujudnya keuangan inklusif, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta meningkatkan transparansi anggaran.
Di samping sosialisasi GNNT, BI juga akan melakukan kampanye Gerbang Pembayaran Nasional (GPN). Dengan kampanye tersebut diharapkan masyarakat di Papua Barat memahami apa manfaat yang diperoleh dengan menggunakan kartu berlogo GPN.
Terkait penggunaan kartu berlogo GPN, salah satu perusahaan switching asing yakni MasterCard sudah menjalin kerja sama dengan dua perusahaan switching domestik.
Menurut Sugeng, kerja sama tersebut diperlukan karena sistem GPN domestik masih membutuhkan kontribusi dari switching asing untuk membantu mengembangkan teknologi seperti teknologi antifraud.
“Indonesia masih membutuhkan suksesnya GPN dengan lebih bagus. Kita juga tidak menutup keterlibatan asing dalam mendukung GPN. Kami masih bisa membuka ruang untuk mereka terlibat dalam mensukseskan GPN,” tandasnya.
 Melalui kerja sama dengan perusahaan domestik tersebut, MasterCard nantinya akan memproses pembayaran didomestik, tidak lagi mengalihkan prosesnya ke luar negeri. “Mereka sudah konfirmasi, sudah ketemu saya. Bahkan Mastercard telah mendirikan untuk processing domestik. Dulu kan di Amerika saja, sekarang MasterCard sudah mendirikan untuk memproses itu di domestik,” kata Sugeng.
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Baca Juga  Axa Bayarkan Klaim Untuk Korban Lion Air JT-610

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here