Para Petani Tembakau Keluhkan Harga Tembakau yang Terus Menurun di Pasaran

0
Ilustrasi via Jowo.news.com

Para Petani Tembakau Keluhkan Harga Tembakau yang Terus Menurun di Pasaran

KabarUang.com, Tulangagung – Para petani yang tinggal di Desa Warung, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, keluhkan harga tembakau yang terus menurun di pasaran.

Para petani tersebut mengeluhkan harga tembakau yang turun meskipun hasil panen tembakau saat ini dalam kondisi yang sangat bagus. Diperkirakan penurunan harga tembakau di pasaran sekitar 30%. Hal ini dilihat dari harga awal tembakau yang asalnya Rp 50.000 hingga Rp 60.000 kini hanya berkisar Rp 30.000 hingga Rp 40.000.

Sutikno salah satu petani tembakau di Tulungagung mengaku bahwa kisaran harga tersbeut untuk tembakau berwarna kuning yang menggunakan gula. Seperti yang Sutikno katakan kepada wartaekonomi.com bahwa “Itu untuk tembakau wrna kuning yang menggunkan gula. Hampir semua jenis tembakau mengalami penurunan,”ujarnya.

Sutikno juga melanjutnya bahwa jenis tembakau tanpa campuran gula berada di kisaran harga Rp 50.000 hingga Rp 60.000 per kilogram. Harga ini diperkirakan turun 20% dibandingkan dengan harga di tahun lalu yang saat ini berada di kisaran harga Rp 60.000 hingga Rp 70.000.

Baca Juga  ADB Prediksi Ekonomi RI Tumbuh 5,2 Persen pada 2019

Beliau juga mengatakan bahwa hasil panen yang bagus tidak sesuai dengan harga tembakau yang sedang mengalami penurunan. Musim panas yang dirasakan akhir-akhir ini membuat hasil panen mengalami peningkatan kualitas. Bahkan hal ini diperkirakan adalah hasil panen terbaik.
Seperti yang dia sampaikan kepada jatimnow.vom “Kalau kualitas hasil panen tembakau tahun ini masuk masa keemasan atau bagus. Namun, yaitu tadi harga masih rendah dibandingkan dengan tahun lalu,”tambahnya.

Penurunan harga tembakau di pasaran pada akhir-akhir disebabkan oleh beberapa fakor. Pertama yaitu stok tembakau pada tahun lalu mengalami penumpukan di gudang pengepul. Faktor lainnya yang memperngaruhi penurunan harga ini yaitu menurunnya minat masyarakat terhadap tembakau.

Para petani mengaku salah satu cara yang dilakukannya agar tidak mengalami kerugian yaitu produksi tembakau akan ditimbun untuk beberapa bulan kedepan. Sekitar 5 hingga 6 bulan. Hal ini dilakukan untuk melihat harga dan kondisi di pasaran.

Baca Juga  Salurkan Kredit BCA Lebih Besar Lagi Tahun 2019

Hal itu seperti yang dikatakan oleh Juwari salah satu petani tembakau juga di Tulungagung. Dia mengatakan “Kami timbun terlebih dahulu, nanti dilihat harga di lima bulan kedepan. Kalau dijual saat ini kita rugi,”ujarnya.

Lebih jelasnya terdapat dua jenis tembakau yang diproduksi di pasaran yaitu tembakau kuning dan tembakau hitam. Keduanya memiliki harga yang berbeda. Untuk harga tembakau kuning yang menggunakan gula mengalami penurunan, sehingga harganya saat ini hanya Rp 30.000 hingga Rp 40.000 per kilogramnya, sedangkan harga tembakau kuning non gula harganya berkisar di Rp 50.000 hingga Rp 60.000 per kilogramnya. Sedangkan tembakau warna hitam saat ini kisaran harganya hanya Rp 50.000 hingga Rp 60.000 per kilogramnya.

Pada tahun 2017 lalu harga tembakau warna kuning yang menggunakan gula harganya berada di kisaran Rp 50.000 hingga Rp 60.000 per kilogramnya. Sedangkan harga tembakau warna kuning non gula berada di kisaran Rp 60.000 hingga Rp 70.000 per kilogram. Sedangkan untuk tembakau warna hitam harganya berada di kisaran Rp 60.000 hingga Rp 70.000 per kilogram.

Baca Juga  Unicorn Baru Indonesia Tahun Ini Adalah Tiket.com

Penurunan harga ini diperparah dengan biaya produksi dari mentah hingga jadi yang mengalami kenaikan setiap tahunnya. Hal ini seperti yang disampaikan oleh Sutikno “Untuk harga saat ini, masih dibilang minim, jika dibandingkan dengan biaya produksi dari mentah hingga jadi selalu naik setiap tahunnya. Ditambah lagi dengan upah buruh yang sebelumnya Rp 50.000 per hari kini menjadi Rp 60.000 per hari,”ungkapnya kepada jatimnow.com.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here