Kopi Sebagai Media untuk Bangkitkan Perekonomian Sulawesi Tengah

0
Ilustrasi via Covesia.com

Kopi Sebagai Media untuk Bangkitkan Perekonomian Sulawesi Tengah

KabarUang.com, Lampung – Anjungan Kabupaten Waykanan jadikan kopi sebagai media untuk membantu perekonomian di Sulawesi Tengah pasca Gempa dan tsunami yang terjadi di daerah Palu dan Donggala.

Kopi gratis ini disediakan selama acara Lampung Fair 2018. Nantinya, para pengunjung yang datang akan diberikan secangkir kopi gratis. Selain diberikan kopi gratis, para pegunjung juga bisa membeli kopi tersebut. Hasil dari penjualan kopi selama acara Lampung Fair 2018 itu akan didonasikan sepenuhnya kepada para korban bencana di Palu dan Donggala. Hal ini juga dilakukan guna menstabilkan lagi kondisi perekonomian Suteng.

Acara ini dibuka dari pukul 15.00 hingga 22.00 WIB. Kabarnya acara ini menghabiskan sebanyak 100 hingga 200 kopi setiap harinya. Pihak Imato selaku Kepala Dinas Perindustrian dan Perdaganan mengatakan bahwa acara ini juga dilakukan untuk keperluan promosiyang diadakan secara besar-besaran.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Waykanan, Imato mengatakan bahwa “Kopi gratis ini merupakan bagian promosibesar-besaran Kopi Robusta Putri Malu Waykana baik di tingkat Kabupaten, Provinsi, dan Nasional,”ujarnya kepada antaranews.com saat disambangi di Bandarlampung, Minggu (14/10/2018).

Baca Juga  Indonesia Jadi Pusat Digital di Asia

Beliau menjelaskan bahwa kopi yang disediakan bukan hanya Kopi Robusta Putri Malu saja, tetapi banyak jenis kopi yang lainnya seperti Kopi Talang, Kopi Gunung, Kopi Kolang, Kopi N.U dan masih banyak lagi. “Bukan hanya kopi Putri Malu, tetapi kopi merek lain juga disediakan oleh panitia,”jelasnya.

Imato mengatakan bahwa pihaknya membuka dompet kepedulian untuk Palu dan Donggala dengan cara membangikan kopi gratis setiap harinya, dan menyediakan kopi bubuk serta kopi cangkir berbagai jenis yang bisa dibeli oleh pengunjung yang datang. Nantinya uang dari hasil penjualan kopi tersebut akan didonasikan untuk para korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala.
“Kami buka dompet kepedulian, dengan membeli kopi kemasan, berarti sudah ikut mendonasikan lima puluh ribu rupiah untuk korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala Sulawesi Tengah,”ungkapnya.

Baca Juga  Intip Progres Kapal Selam RI-Korea

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Waykanan itu sangat berharap partisipasi pengunjung untuk membeli kopi yang sudah disediakan di anjungan Waykana guna membantu korban Palu dan Donggala.

Selain itu, Wakil Bupati Waykanan Edward Antony mengatakan bahwa kopi yang disediakan dalam acara Lampung Fair ini adalah kopi dengan kualitas terbaik. Selain itu acara ini diselenggrakan guna memperkanalkan kopi Waykanan kepada Lampung. Seperti yang beliau katakan “Kita juga terus berupaya agar kopi robusta Putri Malu dapat lebih mendunia,”ujarnya. Sebagai Bupati Waykanan beliau mengharapkan  agar para masyarakat bisa membantu mempromosikan kopi Robusta Putri Malu Waykanan agar mendunia.

Acara ini juga diselenggarakan pada hari-hari terakhir menjelang berakhirnya acara Pertemuan IMF-WB di Nusa Dua Bali. Acara ini digelar selama satu minggu. Donasi ini disponsori oleh salah satu Bank Dunia.

Peter Jacob mengungkapkan bahwa total donasi yang dihasilkan dari penjualan kopi ini senilai Rp 1.092.700.000. Seperti yang beliau katakan kepada tim liputan6petang.com “Iya betul, dari penyelenggaraan selama satu minggu hasilnya segitu (Rp 1.092.700.000),”ujar Kapala Task Force IMF-WB Annual Meeting 2018.

Baca Juga  Salurkan Gaji Prajurit Secara Non Tunai, TNI Gandeng BNI

Perolehan dana tersebut dihasilkan dari 10.927 gelas kopi yang terjual selama acara pertemuan IMF-WB digelar. Peter Jacob juga mengatakan bahw adonasi yang digelar dengan menjadikan kopi sebagai medianya ini berasal dari para peserta IMF-WB itu sendiri.

Seperti yang beliau katakan “Soal Palu negara-negara ini punya concern besar. Jadi mereka juga lihat Indonesia ini negara besar, negara yang mampu meng-handle acara sebesar ini di tengah situasi yang memang sedang banyak masalah. Gempa di Lombok dan juga gempa dan tsunami di Palu dan Donggala. Jadi para peserta sendiri merasa juga ada keterpanggilan untuk memberikan,”kata Jacob.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here