Godaan Pesta Diskon Akhir Tahun, Konsumen Harus Pandai Membeli Produk

0

Ilustrasi via dream.co.id

KabarUang.com, Jakarta – Jelang penutupan tahun masyarakat dimanjakan dengan pesta diskon untuk pembelian berbagai produk. Tidak hanya pada toko-toko besar, kemeriahan pesta diskon juga digelar oleh pemilik toko online.

Sebut saja, shopee dan Lazada. Jauh-jauh hari, mereka sudah gencar mempromosikan gelar diskon akhir tahun. Tidak tanggung-tanggung, diskon tersebut diselenggarakan empat bulan berturut-turut.
Mereka mengambil tanggal cantik demi menarik minat konsumen, yaitu; 9 semptember berlanjut ke 10 Oktober (10/10) dan November (11/11). Puncaknya adalah Hari Belanja Nasional (Harbolnas) pada 12 Desember (12/12).
Perencanaan Keuangan dari OneShildt Financial Planning Agustina Fitria Aryani mewanti-wanti agar konsumen tidak terlena dengan serbuan diskon yang ditawarkan oleh toko online tersebut. Ia memiliki jurus ampuh untuk menghalau godaan diskon toko online, yaitu dengan membuat daftar kebutuhan yang perlu dibelu. Tak lupa, konsumen harus pandai memilah antara kebutuhan dan keinginan semata.
Menurutnya kita harus membuat daftar terlebih dahulu keperluan sebenernya, dan memilah antara kebutuhan dan keinginan. Setelah membuat daftar kebutuhan, konsumen juga wajib memperhitungkan dengan cermat besarnya anggaran. Namun, jika ada surplus keuangan, ia tetap tak menyarankan dana tersebut digunakan untuk belanja yang sifatnya temporer.
Ia menilai, seseorang perlu membelanjakan uang untuk pengembangan diri yang sifatnya tidak lekang waktu. Misalnya, pada pelatihan soft skill maupun kursus singkat.
“patokannya dari gaji bulanan maksimal 10 persen untuk semua keinginan pribadi, baik online maupun tidak online,” imbuhnya.
Selain membuat daftar kebutuhan, Perencana Keuangan dari Mitra Rencana Eduksi (MRE) Andi Nugrho  mengatakan konsumen harus menyeleksi kebutuhan yang pemenuhannya bersifat mendesak dan sebaliknya. Menurutnya, tidak semua kebutuhan harus dibeli saat Harbolnas.
“Dari list barang yang harus dipenuhi dapat disaring lagi berdasarkan waktu, mana yang harus dipenuhi sekarang dan mana yang masih bisa ditunda,” ujar Andi.
Andi juga mewajibkan konsumen untuk mempertimbangkan kondisi keuangan sebelum berbelanja. Dengan demikian, konsumen bisa mengoptimalkan penggunaan anggaran untuk kebutuhan yang prioritas dan mendesak.
Vendor toko online biasanya melengkapi diskon akhir tahun dengan promo untuk penggunaan kartu kredit. Iming-iming ini tentunya sangat menggiurkan bagi pengguna kartu kredit. Tawaran bagai ketiban durian runtuh.
Namun demikian, Agustina bilang pengguna kartu kredit untuk belanja diharamkan bagi konsumen yang masih memiliki cicilan pembayaran kartu kredit tidak teratur. Penggunaan kartu kredit hanya dianjurkan bagi yang disiplin membayar.
“Meskipun tidak ada diskon tambahan, lebih baik cash (tunai) daripada nanti bayar bunga dan dampak lain yang lebih parah daripada promo yang diterima,” kata Agustina.
Sementara itu, Andi tidak mempermasalahkan penggunaan kartu kredit, dengan catatan disesuaikan dengan kondisi keuangan. Tentunya, mereka juga harus mampu melunasi tagihan tepat waktu.
Kendati demikian, Andi bilang penggunaan kartu kredit saat belanja online punya sisi negatif. Konsumen yang keasikan belanja online bisa jadi lupa daratan sehingga melebihi anggaran awal dengan penggunaan kartu kredit.
“Sementara belanja dengan tunai,debit, transfer akan membuat belanja kita lebih terkontrol karena bila dananya sudah habis tentu kita tidak bisa belanja lagi,” kata Andi.
Jelang penutupan tahun masyarakat dimanjakan dengan pesta diskon untuk pembelian berbagai produk. Tidak hanya pada toko-toko besar, kemeriahan pesta diskon juga digelar oleh pemilik toko online.
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Baca Juga  Bandara Internasional Minangkabau Diperluas Dua Kali Lipat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here