Dibalik Tingginya Harga Produk Pertanian

0

Dibalik Tingginya Harga Produk Pertanian

Ilustrasi tingginya harga produk pertanian via tribunnews.com

KabarUang.com, Jakarta – Produk pertanian di Indonesia memiliki harga yang masih tinggi untuk beberapa produk, hal ini dikarenakan adanya mafia pangan. Hal itu disampaikan langsung oleh Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman. Menurutnya petani dan masyarakat Indonesia dirugikan akibat adanya disparitas atau perbedaan harga pangan yang berbeda pada setiap produk.

Menteri pertanian itu juga mengatakan bahwa mafia pangan tersebut berada di rantai pasokan pangan yang panjang. Beliau berharap situasi ini bisa segera diluruskan. Seperti yang dilansir dari detikfinance.com beliau mengatakan “Nah, ini middle man, harus kita kurangi supply chain-nya harus kita potong. Di sini persoalannya.” Hal itu beliau sampaikan pada acara Blak-blakan di Kementrian Pertanian, Jakarta, pada Senin lalu (17/09/2018).

Beliau juga mencontohkan soal mafia pangan yang sering kali memainkan harga komoditas pangan seperti bawang putih dan bawang merah. Perbedaan harga yang terjadi pun mencapai 800%, dimana presentase itu adalah presentase yang fantastik.

Baca Juga  Pabrik Kereta Mulai Akan Beroperasi Tahun 2020

Amran Sulaiman juga mengatakan kepada detikfinance.com “Pernah kami turun ke Cirebon bersama Mendag ke lapangan harga bawang merah Rp.12.000 per kilogram (kg) tetapi bergeser lima kilo meter (km) itu harganya Rp. 40.000 per kg artinya ada (disparatis) 300%.

Lebih lanjut dia juga menambahkan kepada detikfinance.com “Lalu ada bawang putih harganya di luar negeri Rp 5.600 per kg dan tiba di Indonesia pernah menyentuh Rp 50.000 sampai Rp 70.000 pr kg artinya naik 800% dan ini di luar wajar”

Mafia pangan ini mendongkrak untung besar-besaran lewat kebijakan impor. Mereka mengimportir bawang merah dengan bawang bombay yang masih kecil. Dengan begitu mereka bisa mencapai keuntungan hingga 1,24 triliun.

Hal itulah yang menjadikan Amran Sulaiman geram karena kenaikan harga yang sangat melonjak. Beliau terus melakukan usaha perlawanan untuk memberantas 497 kasus mafia pangan untuk di proses secara hukum.

Baca Juga  BCA Targetkan Proses Akuisisi Bank Rampung pada 2019

Menteri Pertanian itu juga mengatakan sangat serius ingin memberantas kasua mafia pangan ini. pihaknya bahkan rela disadap KPK. Sejauh ini beliau sudah memecat pegawai yang terindikasi berkoalisi dengan mafia pangan.

Baca juga :

Kedepannya Amran Sulaiman menginginkan tidak ada lagi kasus mafia pangan yang bisa menjatuhkan petani Indonesia. Tidak ada lagi mafia pangan yang boleh memainkan harga pangan hingga mendapatkan keuntungan yang sangat besar bagi dirinya. Bahkan menteri pertanian itu mengatakan Indonesia akan menjadi lumbung padi dunia.

Hal ini dia katakan karena Indonesia saat ini sudah mengekspor komoditas jagung, dan komoditas lainnya. Beliau memperikirakan hal itu akan terjadi pada tahun 2024. Beliau berharap pangan Indonesia bisa mencapai mas ajaya dan terbebas dari adanya mafia pangan.

Baca Juga  Tiket Kereta Api Lebaran Sudah Siap Dipesan Mulai Besok

Masalah mafia pangan ini sudah menjadi masalah yang tak kunjung selesai selama 4 dekade terakhir.

Selain itu, ini juga yang menjadikan Indonesia sebagai sandera oleh mafia pangan. Untuk itu pihaknya seserius mungkin dalam menjalani project pemberantasan mafia pangan ini. Pihak lain mengacungi jempol kepada Amran Sulaeman selaku Menteri Pertanian yang sudah dari dahulu serius dalam menghadapi kasus mafia pangan. Selain itu, hal yang harus diperhatikan dan diwaspadai oleh masyarakat Indonesia adalah liberalisasi perdangan.

Hal tersebut tidak boleh menjadikan Indonesia diperbodoh oleh negara lain. Terlebih Indonesia memiliki sektor pangan yang bagus seperti di Riau. Misalnya adalah produk komoditas sagu, produk holtikultura, umbi-umbian, dan bahkan peternakan. Peluang ini jugalah yang menjadi cita-cita Menteri Pertanian Indonesia.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here